![]() |
|||
|
Profile
School: Budi Luhur University Birthday: 5 June 1982
Archieves May 2004 June 2004 July 2004 August 2004 Friends chotim yantiez dedy Thanks to blogspot blogger skin anime skies Tagboard
|
Monday, August 30, 2004 Emas Fisika
Pernah dengar nama Yudistira Virgus? Atau, Edbert Jarvis Sie? Atau, Ardiansyah? Andika Putra? Atau, Ali Sucipto? Kalau Anda menganggap nama-nama itu terasa asing di telinga, jangan berkecil hati. Maklumlah, mereka memang tidak cukup diekspos media massa. Jangankan tampang, nama mereka saja tidak hadir di halaman satu surat kabar, di halaman depan tabloid dan majalah, apalagi di prime time siaran televisi dan radio kita. Dibandingkan Veri, Kia, dan Mawar (tiga finalis AFI), misalnya, pemberitaan soal Yudistira dan kawan-kawan bisa dibilang 'cuma seujung kuku'. Padahal, prestasi mereka sangat membanggakan. Mereka berlima semua siswa SMA membawa Indonesia menempati peringkat lima besar dalam Olimpiade Fisika Internasional di Pohang, Korea Selatan, yang baru berakhir Kamis lalu. Dalam ajang prestisius yang diikuti 73 negara ini, Indonesia hanya berada di bawah Belarusia, Cina, Iran, dan Kanada. Negara-negara besar seperti AS, Jepang, atau Jerman dilibas. Yudistira merebut medali emas untuk kategori total ujian teori dan praktik (eksperimen), sementara keempat teman lainnya merebut medali perak dan perunggu. Tapi, begitulah Indonesia. Pencapaian dalam kemampuan menguasai atau mengembangkan ilmu pengetahuan tidak memperoleh perhatian besar. Remaja Indonesia, sejak kecil, diajarkan untuk justru mengagumi hal-hal tidak mendasar. Lihat saja bagaimana saat ini ribuan remaja Indonesia berduyun-duyun mengikuti berbagai ajang kompetisi adu tarik suara atau bahkan adu kecantikan. Impian 'menjadi bintang' terus dipompakan ke benak bangsa ini. Program seperti AFI dan semacamnya tidaklah buruk. Tapi, skalanya sudah menjadi begitu besar dan sama sekali tidak proporsional sehingga bisa menyesatkan rentang pilihan yang terbayang di benak bangsa ini. Indonesia adalah negara miskin dan terbelakang. Salah satu syarat utama untuk mengatasi ketertinggalan ini adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, negara ini membutuhkan penghibur (entertainer) dalam jumlah 'secukupnya' saja. Kita tentu perlu mensyukuri lahir dan tumbuhnya sebuah generasi muda yang cantik, gagah, pintar menari dan bernyanyi, atau berakting; namun kita memerlukan lebih banyak lagi orang pintar. Kepintaran rupanya memang tak dianggap punya daya tarik tinggi. Akibatnya, media massa tidak memberi tempat cukup bagi prestasi yang terkait dengan 'keunggulan otak'. Tanpa disengaja, media tidak mengondisikan masyarakat untuk menghargai 'kepintaran'. Bahkan, di siaran televisi, lazim kita melihat bagaimana kaum ilmuwan ditampilkan secara karikatural: sebagai profesor pikun beruban dan berkacamata tebal yang tidak punya kehidupan sosial. Pasokan sumber daya manusia unggul di negara ini dipinggirkan. Tentu saja bukan cuma media massa yang berkonstribusi. Kita misalnya juga tidak melihat upaya serius pemerintah untuk memelihara dan mengembangkan kualitas brainware ini. Yudistira dan kawan-kawan pun bisa saja akhirnya tidak akan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa ini karena mereka keburu digaet pihak asing. Yudistira misalnya dikabarkan sudah memperoleh beasiswa dari sebuah universitas teknologi di AS. Dikabarkan pula dua anggota tim Olimpiade Fisika sudah diterima Nanyang University of Singapura (NUS). Maklumlah, perguruan tinggi asing ini aktif mendekati para calon ilmuwan terbaik yang mereka dapati di ajang internasional, sembari mengiming-imingi beasiswa, jaminan hidup, dan bahkan jaminan kerja. Sementara Indonesia, hanya mengamati mereka dari jauh. Tidak pernah dengar nama Yudistira Virgus? Tidak apa-apa, kok. Ia cuma pemenang medali emas di Olimpiade Internasional! Sumber : Emas Fisika oleh Ade Armando - Republika, 24 Juli 2004 Sunday, July 25, 2004 Maafkan aku Otim......
Saturday, July 24, 2004 Teman Sejati
Sesuatu yang terindah dalam hidupku adalah ... selalu bersamamu ... menjadi sahabatmu adalah anugerah bagiku tiada sehangat senyum renyahmu tiada sebening gelak tawamu seandainya kau beri ijin hendak ku menjadi Teman Sejatimu Bila ada yang menjadi harapku adalah bersama denganmu Bila ada yang menjadi cemasku adalah berpisah denganmu Monday, July 19, 2004 Sulis yang Sekadarnya
Pada tahun 1998, kak Haddad bersama beberapa teman, dipimpin Haydar Yahya, membentuk sebuah kumpulan yang diberi nama "Studio 12" yang melahirklan dua buah album, "Nur Muhammad shollollohu'alaihi wa alihi wa sallam"dan "Ziarah Rasul". Alhamdulillah, album sederhana itu mendapat perhatian masyarakat terutama adik-adik. Kak Haddad yang memang menaruh harapan dan menyayangi adik-adik kecil penggemarnya, ingin berbuat lebih banyak lagi buat mereka. Mulailah direncanakan album yang lebih ditujukan pada adik-adik kecilnya. Pelantun sholawat cilik segera dicari. Cukup banyak anak-anak usia 6 - 9 th dari sebuah yayasan islam dikota Solo (Jawa Tengah, kota kelahiran kak Haddad, Sulis juga Haydar Yahya) menjadi perhatian kak Haddad. Setelah mendengar dan bertemu, kak Haddad mantap menjatuhkan pilihannya, lagi-lagi pada Sulistyowati.Rencana penerbitan album sholawat anak-anak dan remajapun akan menjadi nyata. Waktu itu tahun 1999. Menyongsong bulan maulid 1420 hijriyyah, adalah waktu yang dipilih sebagai album perdana yang legendaris "CINTA RASUL"yang kini dikenal dengan "Cinta Rasul 1".Dari jumlah peredarannya album "Cinta Rasul 1" ini, mengalahkan album manapun yang pernah hit dimasa sebelumnya dan sampai kini di Indonesia.Diperkirakan kaset yang beredar melampaui sepuluh juta copy. Puluhan juta anak-anak Indonesia hafal hampir seluruh "nasyid"(lagu) dalam album itu. Cinta Rasul mencatat sejarahnya. Sebagai aprisiasi, penghargaan, nilai sejarah, dalam perjalanan Cinta Rasul, Haydar dan Kak Haddad Alwi, berketetapan mengundang Sulis sebagai keluarga tetap Cinta Rasul. Sulispun memulai perjalanan "hijrah"nya memenuhi undangan. Sulis pindah ke Jakarta ditemani ibunya pada tgl.7 agustus 1999. Berpisah dengan ayah dan dua kakak kesayangannya yang kemudian menyusul pada 14 July 2000. Berdasarkan istikhoroh, Haydar Yahya, memilih sebuah nama "Sholla", Studio Cinta Rasul, yang sampai saat ini telah menerbitkan enam buah album yaitu "Cinta Rasul 1 sampai dengan Cinta Rasul 5" dan edisi khusus "Love for the Messenger"with Victoria Philharmonic Orchestra, Melbourne dan Sydney Concert Orchestra. Keduanya termasuk dua orchestra bertaraf internasional dari negara kanguru, Australia. Musik album khusus ini diaransir ulang oleh, seorang musisi muda terbaik, Dwiki Dharmawan yang kini berniat selalu bersama Cinta Rasul, Insya Allah. Album perdana Kak Haddad "Nur Muhammad Saaw", disusul "Ziarah Rasul", adalah dua album pertama Haddad Alwi. Bila "Cinta Rasul "1 sampai "Cinta Rasul 3" Kak Haddad bersama Sulis, maka "Cinta Rasul 4" adalah album perdana solo dik Sulis yang kini mulai menjadi kak Sulis yang telah dikenal hampir diseluruh dunia. Telpon, fax, surat, email setiap hari diterimanya bukan hanya dari pelosok tanah air Indonesia, tapi juga dari Malaysia, Brunei, Singapore, Mesir, Siria, Turkiy, Iran, Pakistan, Belanda, bahkan Amerika Serikat. Album "Cinta Rasul" adalah obat rewel bagi anak-anak. Begitu kata para ibu. Seorang ibu mengaku, kemanapun ia pergi bersama anaknya, selalu menenteng tape kecil dan kaset "Cinta Rasul". Begitu anaknya rewel menggoda,langsung distelkan dan si anak yang memang sudah "Cinta Rasul" itu jadi gembira sambil menggerak-gerakkan tangan dalam posisi berdo'a mencontoh Sulis dalam klipnya. Saat pertama kali rekaman, disebuah studio dipinggiran kota gudeg Yogyakarta, hari-hari itu adalah hari-hari tak terlupakan buat Sulis. Ia seperti tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Ia rasakan seperti mengalir begitu saja dibawa waktu dan keadaan. Sepertinya, tiba-tiba saja ia sudah berada diruang tunggu studio. Apa maksud dari semua ini ? Mampukah saya memenuhi harapan dan keinginan kak Haddadnya yang penuh harap ?! Sulis merasakan beban berat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.Macam-macam timbul tenggelam dalam hati dan pikiran…dan Sulispun menangis ditemani sang ibu yang selalu menemaninya, memberi semangat dan dorongan. Namanya sebuah perjalanan, akhirnya terlewati juga. Sampai sekarang sudah "Cinta Rasul 5" yang insya Allah tidak akan pernah berakhir, terus "Cinta Rasul" sampai mati, kata Sulis. Berbeda dengan kebanyakan artis, vokalis pada umumnya, Sulis memulai karirnya seperti menjalani takdir yang memang sudah suratannya begitu. Sulis tidak pernah belajar tekhnik vocal seperti lazimnya orang ingin menjadi vocalis.Ia mengembangkan bakatnya sendiri. Ia mengikuti naluri hatinya. Sholawat, munajat jadi pilihannya sampai ia bergabung dengan teman-temannya dimajlis kecil tempat ia berlatih yang kemudian mengantarnya bergabung dengan "Cinta Rasul". Seperti air sungai, mengalir mengikuti sunnatullahnya sampai ke samudera lepas sesuai kehendak Allah. Banyak orang tidak percaya, bahwa Sulis baru berlatih vocalizing menjelang penerbitan albumnya yang ke empat yaitu "Cinta Rasul 4". Orang yang ingin melihat seorang artis yang gemerlapan dan penuh gaya akan kecewa melihat Sulis. Sulis memang bukan seorang artis. Bahkan sampai saat ini. Semua yang dilakukannya adalah spontan. Tidak ada yang dibuat-buat.Tindak tanduknya, langkahnya, senyumnya, saat bersama teman-temannya, dirumah atau saat ia melantunkan sholawat diatas panggung didepan puluhan ribu penggemarnya, semua apa adanya. Sulis selalu tampil tenang, dengan langkah pasti, senyum, lambaian tangan, sebagai seorang teman, seorang sahabat yang tidak berbeda dengan adik kakak penggemarnya. Tidak dirasakannya ada jarak diantaranya. Itu pulalah yang membuat para penggemarnya, adik kecil, remaja, ibu-ibu tidak sekedar sebagai penggemarnya,tapi mereka menyayangi dan mencintai Sulis sebagai layaknya adik kakak. Setiap kali kembali dari safari sholawat (sebutan bagi konser Cinta Rasul), selalu disusul dengan surat, email, telpon, hadiah, kiriman cendera mata dari para penggemarnya yang seringkali membuat Sulis gelisah, bingung, bagaimana mesti membalas kebaikan para penggemarnya yang berjuta jumlahnya itu.Semoga Allah mencatatnya sebagai kecintaan kita semua kepada Allah dan Rasulullah. Sulis sekarang adalah Sulis remaja. Daya pikatnya bertambah.Bukan hanya sikap dan tindak tanduk yang sekedarnya itu saja yang menarik dan jadi perhatian, tapi kecantikan alami yang dimiliki puteri Solo ini, bagaimanapun sulit disembunyikan. Kalau mulanya hanya adik-adik kecil yang bertepuk tangan, berteriak kegirangan manakala Sulis melangkah ke panggung, kini remaja putra dan pemuda bersaing dengan adik-adiknya. Teriakan :"Suliiiiiiissss I love you …." tidak jarang terdengar bahkan seringkali mengganggu kekhusyukan bersholawat. Setiap kali selesai pentas, pengamanan pagar betis yang tangguh mesti disiapkan. Bila pengamanan lengah, bunga yang Sulis bawa setiap kali pentas jadi sasaran rebutan dan kadang hancur berkeping entah buat apa. Ada yang cukup melihat dari jauh, ada yang ingin mendekat, ada yang ingin menyentuh dan banyak juga yang menarik baju, jilbab dan mencubit bila berkesempatan. Disituasi seperti itu Sulis biasanya hanya menunduk. Kadang panik juga dan baru lega begitu sampai dimobilnya. Melambaikan tangan, menyapa para peggemarnya yang tidak henti-hentinya mengetuk-ngetuk kaca mobilnya… Sulis terdiam seribu bahasa, entah apa yang ada dibenak pikiran dan hatinya. Sampai dihotelnya :"Sulis lapar, mau pop mie atau mie ayam …" bersembunyi dikamar bersama ibunya. Sementara para penggemar mengejar, datang bergantian minta foto bersama.Sulis yang capek, melayani tanpa menunjukkan rasa kesal. Itulah Sulis yang kini remaja dan lebih banyak yang menggoda. Semoga Allah menjaganya Wednesday, July 14, 2004 PHP 5 Selesai Dikembangkan
detikcom - Jakarta, PHP sering disebut sebagai bahasa pemrogramman server side paling populer di internet. Kini, versi terbarunya telah selesai dikembangkan dan boleh didownload gratis. Selesainya PHP 5, versi paling baru PHP, diumumkan dalam situs PHP.net, Rabu (14/07/2004). Sejak beberapa tahun belakangan, gunjingan mengenai fitur-fitur dalam PHP 5 sudah beredar di berbagai mailing list maupun situs penggemar dan pengguna PHP. Kolumnis Harry Fuecks dari Sitepoint.com misalnya pernah menyebut dua pandangan mengenai PHP 5. "Bagi beberapa orang PHP 5 adalah benda suci yang akan menyelesaikan semua masalah meeka. Tapi bagi yang lain, PHP 5 seakan-akan menjadi ancaman terhadap status-quo," tutur Harry. Kini, peminat PHP 5 tidak perlu sibuk berspekulasi atau menghabiskan energi untuk berdebat kusir di milis. PHP 5 sudah siap digunakan dan menunggu untuk didownload pada situs PHP.net dan berbagai mirrornya. Beberapa fitur utama PHP 5 termasuk, diperbaiknya dukungan terhadap XML (extended markup language), adanya extension untuk SimpleXML, SOAP dan MySQLi, serta dibundelnya SQLite dalam PHP. Selain itu, PHP 5 akan menggunakan 'mesin' Zend Engine II. Server Side Paling Populer Bagi banyak orang, PHP adalah huruf P dalam akronim LAMP. LAMP (Linux, Apache, MySQL dan PHP) adalah arsitektur populer untuk membuat aplikasi berbasis web yang murah tapi juga cukup handal dan aman. Selain PHP, huruf P dalam LAMP bisa berarti bahasa lain seperti Perl atau Python. PHP, akronim dari PHP: Hypertext Processor, merupakan bahasa yang dikembangkan secara Open Source. Oleh karena itu, PHP dapat diperoleh secara relatif gratis. Tapi faktor ini hanya satu dari sekian banyak faktor yang membuatnya populer. Faktor lain yang membuatnya disukai pemrogram web adalah sifatnya yang longgar. Contohnya, variabel dalam PHP tidak selalu harus didefinisikan terlebih dahulu dan tipenya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, PHP memiliki koleksi libraries dan extension yang besar. Membuatnya dapat bekerja dalam nyaris seluruh sistem operasi yang ada di dunia dan bekerjasama dengan berbagai piranti lunak. Satu hal yang menarik, PHP awalnya hanya sebuah alat untuk mengumpulkan statistik dan menampilkan resume dalam situs pribadi Rasmus Lerdorf. Kemudian nama PHP yang kala itu berarti Personal Home Page, diubah menjadi seperti sekarang oleh dua ilmuwan asal Israel, Zeev Suraski dan Andi Gutmans. PHP 5 dapat diambil dari situs PHP.net. Tapi hati-hati, ukuran berkas PHP 5 bisa mencapai 7 Megabyte untuk versi binari yang dijalankan pada sistem operasi Windows.(wsh) Sumber : www.detik.com |
||
| Layout by Yiling of Anime Skies | |||