TechnoVideo Blog

Teknologi Informasi dan Komputer dalam Video

Monday, July 19, 2004

Sulis yang Sekadarnya (bagian 2)

Sulis yang Sekadarnya
 
Pada tahun 1998, kak Haddad bersama beberapa teman, dipimpin Haydar Yahya, membentuk sebuah kumpulan yang diberi nama "Studio 12" yang melahirklan dua buah album, "Nur Muhammad shollollohu'alaihi wa alihi wa sallam"dan "Ziarah Rasul". Alhamdulillah, album sederhana itu mendapat perhatian masyarakat terutama adik-adik. Kak Haddad yang memang menaruh harapan dan menyayangi adik-adik kecil penggemarnya, ingin berbuat lebih banyak lagi buat mereka. Mulailah direncanakan album yang lebih ditujukan pada adik-adik kecilnya. Pelantun sholawat cilik segera dicari. Cukup banyak anak-anak usia 6 - 9 th dari sebuah yayasan islam dikota Solo (Jawa Tengah, kota kelahiran kak Haddad, Sulis juga Haydar Yahya) menjadi perhatian kak Haddad. Setelah mendengar dan bertemu, kak Haddad mantap menjatuhkan pilihannya, lagi-lagi pada Sulistyowati.Rencana penerbitan album sholawat anak-anak dan remajapun akan menjadi nyata. Waktu itu tahun 1999. Menyongsong bulan maulid 1420 hijriyyah, adalah waktu yang dipilih sebagai album perdana yang legendaris "CINTA RASUL"yang kini dikenal dengan "Cinta Rasul 1".Dari jumlah peredarannya album "Cinta Rasul 1" ini, mengalahkan album manapun yang pernah hit dimasa sebelumnya dan sampai kini di Indonesia.Diperkirakan kaset yang beredar melampaui sepuluh juta copy. Puluhan juta anak-anak Indonesia hafal hampir seluruh "nasyid"(lagu) dalam album itu.
Cinta Rasul mencatat sejarahnya. Sebagai aprisiasi, penghargaan, nilai sejarah, dalam perjalanan Cinta Rasul, Haydar dan Kak Haddad Alwi, berketetapan mengundang Sulis sebagai keluarga tetap Cinta Rasul. Sulispun memulai perjalanan "hijrah"nya memenuhi undangan. Sulis pindah ke Jakarta ditemani ibunya pada tgl.7 agustus 1999. Berpisah dengan ayah dan dua kakak kesayangannya yang kemudian menyusul pada 14 July 2000. Berdasarkan istikhoroh, Haydar Yahya, memilih sebuah nama "Sholla", Studio Cinta Rasul, yang sampai saat ini telah menerbitkan enam buah album yaitu "Cinta Rasul 1 sampai dengan Cinta Rasul 5" dan edisi khusus "Love for the Messenger"with Victoria Philharmonic Orchestra, Melbourne dan Sydney Concert Orchestra. Keduanya termasuk dua orchestra bertaraf internasional dari negara kanguru, Australia. Musik album khusus ini diaransir ulang oleh, seorang musisi muda terbaik, Dwiki Dharmawan yang kini berniat selalu bersama Cinta Rasul, Insya Allah.
Album perdana Kak Haddad "Nur Muhammad Saaw", disusul "Ziarah Rasul", adalah dua album pertama Haddad Alwi. Bila "Cinta Rasul "1 sampai "Cinta Rasul 3" Kak Haddad bersama Sulis, maka "Cinta Rasul 4" adalah album perdana solo dik Sulis yang kini mulai menjadi kak Sulis yang telah dikenal hampir diseluruh dunia. Telpon, fax, surat, email setiap hari diterimanya bukan hanya dari pelosok tanah air Indonesia, tapi juga dari Malaysia, Brunei, Singapore, Mesir, Siria, Turkiy, Iran, Pakistan, Belanda, bahkan Amerika Serikat. Album "Cinta Rasul" adalah obat rewel bagi anak-anak. Begitu kata para ibu. Seorang ibu mengaku, kemanapun ia pergi bersama anaknya, selalu menenteng tape kecil dan kaset "Cinta Rasul". Begitu anaknya rewel menggoda,langsung distelkan dan si anak yang memang sudah "Cinta Rasul" itu jadi gembira sambil menggerak-gerakkan tangan dalam posisi berdo'a mencontoh Sulis dalam klipnya.
Saat pertama kali rekaman, disebuah studio dipinggiran kota gudeg Yogyakarta, hari-hari itu adalah hari-hari tak terlupakan buat Sulis. Ia seperti tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Ia rasakan seperti mengalir begitu saja dibawa waktu dan keadaan. Sepertinya, tiba-tiba saja ia sudah berada diruang tunggu studio. Apa maksud dari semua ini ? Mampukah saya memenuhi harapan dan keinginan kak Haddadnya yang penuh harap ?! Sulis merasakan beban berat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.Macam-macam timbul tenggelam dalam hati dan pikiran…dan Sulispun menangis ditemani sang ibu yang selalu menemaninya, memberi semangat dan dorongan. Namanya sebuah perjalanan, akhirnya terlewati juga. Sampai sekarang sudah "Cinta Rasul 5" yang insya Allah tidak akan pernah berakhir, terus "Cinta Rasul" sampai mati, kata Sulis.
Berbeda dengan kebanyakan artis, vokalis pada umumnya, Sulis memulai karirnya seperti menjalani takdir yang memang sudah suratannya begitu. Sulis tidak pernah belajar tekhnik vocal seperti lazimnya orang ingin menjadi vocalis.Ia mengembangkan bakatnya sendiri. Ia mengikuti naluri hatinya. Sholawat, munajat jadi pilihannya sampai ia bergabung dengan teman-temannya dimajlis kecil tempat ia berlatih yang kemudian mengantarnya bergabung dengan "Cinta Rasul". Seperti air sungai, mengalir mengikuti sunnatullahnya sampai ke samudera lepas sesuai kehendak Allah. Banyak orang tidak percaya, bahwa Sulis baru berlatih vocalizing menjelang penerbitan albumnya yang ke empat yaitu "Cinta Rasul 4".
Orang yang ingin melihat seorang artis yang gemerlapan dan penuh gaya akan kecewa melihat Sulis. Sulis memang bukan seorang artis. Bahkan sampai saat ini. Semua yang dilakukannya adalah spontan. Tidak ada yang dibuat-buat.Tindak tanduknya, langkahnya, senyumnya, saat bersama teman-temannya, dirumah atau saat ia melantunkan sholawat diatas panggung didepan puluhan ribu penggemarnya, semua apa adanya. Sulis selalu tampil tenang, dengan langkah pasti, senyum, lambaian tangan, sebagai seorang teman, seorang sahabat yang tidak berbeda dengan adik kakak penggemarnya. Tidak dirasakannya ada jarak diantaranya. Itu pulalah yang membuat para penggemarnya, adik kecil, remaja, ibu-ibu tidak sekedar sebagai penggemarnya,tapi mereka menyayangi dan mencintai Sulis sebagai layaknya adik kakak. Setiap kali kembali dari safari sholawat (sebutan bagi konser Cinta Rasul), selalu disusul dengan surat, email, telpon, hadiah, kiriman cendera mata dari para penggemarnya yang seringkali membuat Sulis gelisah, bingung, bagaimana mesti membalas kebaikan para penggemarnya yang berjuta jumlahnya itu.Semoga Allah mencatatnya sebagai kecintaan kita semua kepada Allah dan Rasulullah.
Sulis sekarang adalah Sulis remaja. Daya pikatnya bertambah.Bukan hanya sikap dan tindak tanduk yang sekedarnya itu saja yang menarik dan jadi perhatian, tapi kecantikan alami yang dimiliki puteri Solo ini, bagaimanapun sulit disembunyikan. Kalau mulanya hanya adik-adik kecil yang bertepuk tangan, berteriak kegirangan manakala Sulis melangkah ke panggung, kini remaja putra dan pemuda bersaing dengan adik-adiknya. Teriakan :"Suliiiiiiissss I love you …." tidak jarang terdengar bahkan seringkali mengganggu kekhusyukan bersholawat. Setiap kali selesai pentas, pengamanan pagar betis yang tangguh mesti disiapkan. Bila pengamanan lengah, bunga yang Sulis bawa setiap kali pentas jadi sasaran rebutan dan kadang hancur berkeping entah buat apa. Ada yang cukup melihat dari jauh, ada yang ingin mendekat, ada yang ingin menyentuh dan banyak juga yang menarik baju, jilbab dan mencubit bila berkesempatan. Disituasi seperti itu Sulis biasanya hanya menunduk. Kadang panik juga dan baru lega begitu sampai dimobilnya. Melambaikan tangan, menyapa para peggemarnya yang tidak henti-hentinya mengetuk-ngetuk kaca mobilnya… Sulis terdiam seribu bahasa, entah apa yang ada dibenak pikiran dan hatinya. Sampai dihotelnya :"Sulis lapar, mau pop mie atau mie ayam …" bersembunyi dikamar bersama ibunya. Sementara para penggemar mengejar, datang bergantian minta foto bersama.Sulis yang capek, melayani tanpa menunjukkan rasa kesal. Itulah Sulis yang kini remaja dan lebih banyak yang menggoda. Semoga Allah menjaganya

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home